Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tuesday, January 20, 2009

Berwisata di Sungai Ciliwung, Mengapa Tidak?

Berwisata di Sungai Ciliwung, mengapa tidak? Sederet obyek menarik sampai ke restoran menyajikan makanan lezat siap dinikmati mulai dari hulu sungai di kawasan Puncak hingga badan alirannya di Bogor, Jawa Barat.
Silakan memilih, di bagian hulu Ciliwung, ada Cagar Alam Telaga Warna yang sejuk dikelilingi kebun teh. Di aliran badannya, ada penanda berupa kawasan Bendung Katulampa tinggalan zaman Belanda, tempat makan yang nyaman dan enak, hingga pusat belanja tas terbesar di Tajur.
Cagar Alam Telaga Warna terletak tidak jauh dari Puncak Pas dan dari Jalan Raya Bogor Cianjur, yang secara administratif pemerintahan termasuk dalam Desa Tugu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Tempatnya berada di hamparan perkebunan teh dan hutan yang masih cukup lebat.
Di taman wisata ini, terdapat danau alam yang permukaan airnya tampak berwarna. Warna hijau lumut terkadang diselingi merah coklat keemasan sering terlihat. Sebuah permainan warna di permukaan danau karena pantulan sinar matahari. Di atas danau, terdapat tebing dengan pohon-pohon besar sebagai kanopi.
Dalam kawasan yang sama, penjelajahan alam terus berlanjut. Setelah melewati jalan tanah yang diperkeras dengan tatanan batu di tengah kebun teh dan membelah bukit-bukit kecil, tiba-tiba terhampar lembah hijau yang amat luas. Di sini, ada telaga kecil yang disebut Telaga Cisaat dan di sekitarnya ada beberapa rumah perkebunan.
Duo Telaga Warna dan Cisaat serta kawasan sekitarnya sejak beberapa tahun terakhir telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Telaga Warna. Konon, taman wisata ini sudah dikenal sejak lima abad silam. Catatan penyair Bujangga Manik pada masa Kerajaan Sunda menyebut tempat ini Talaga Warena, secara keseluruhan berarti ’tempat yang menyenangkan’.
Tiket masuk ke areal wisata ini kurang dari Rp 10.000 per orang dewasa atau anak-anak. Selain sekadar menikmati keindahan alam dalam keheningan, kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di lokasi ini pun cocok untuk menyalurkan hobi fotografi, pengamatan burung, dan tentu saja lintas alam dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Puas dan kelelahan berkeliling telaga? Dalam 15-20 menit perjalanan keluar dari kompleks taman wisata alam ini ada Melrimba Garden. Menyeruput teh hangat, kopi, atau aneka makanan di restoran di tengah taman ini tentu menyenangkan. Belanja tanaman, sekaligus belajar cara menanamnya turut menambah segar suasana. Bisa juga memilih Restoran Rindu Alam atau warung makan lain di sepanjang Puncak Pas.
Bermain di bendung
Perut kenyang badan segar kembali, tanda siap melanjutkan perjalanan lagi ke Bogor. Di Kota Hujan ini, ada satu tempat wisata yang nyaris selalu terlewatkan, yaitu Bendung Katulampa. Bendung ini terletak di Kecamatan Katulampa, Kabupaten Bogor, tepatnya sedikit masuk sekitar dua kilometer dari Bale Binarum, Jalan Padjajaran.
Jalan masuk menuju bendung memang sempit, dua mobil berpapasan harus saling hati-hati. Terlebih, banyak mobil angkutan umum sering berhenti sembarangan alias ngetem. Namun, begitu mencapai lokasi bendung, pemandangan yang ditawarkan cukup menarik.
Di sepanjang jalur menuju Katulampa, ada obyek wisata lain yang tak kalah terkenal, yaitu Tajur. Antara Katulampa, Tajur, dan sebagian Jalan Padjajaran ini lebih dikenal dengan sebutan Kawasan Katulampa Bantar Kemang. Di Bantar Kemang ini sejak puluhan tahun silam memang dikenal sebagai ikon industri dan pemasaran tas kulit Bogor.
Sekali mendengar namanya, ingatan langsung tertuju pada aneka produk tas model terbaru, berkualitas, dan tentu saja murah. Di kawasan ini mungkin ada sekitar 50 toko tas. Rata-rata toko kecil. Hanya dua toko yang cukup besar, yakni Terminal Tas di Jalan Raya Katulampa dan SKI Tas Tajur di Jalan Raya Katulampa.* (Courtesy Kompas/Antara)

No comments: