Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Thursday, January 29, 2009

"Ngelawang" Barongsai Sambut Imlek di Kuta

Prosesi tiga barongsai dan dua naga yang dikemas dalam atraksi unik akan mengawali perayaan Tahun Baru Imlek 2560 di kawasan wisata Kuta dan sekitarnya. Prosesi menempuh jalur mengelilingi Vihara Dharmayana dan jalan-jalan protokol di kawasan wisata Kuta Bali dan sekitarnya akan dilaksanakan Minggu sore (25/1).Penanggungjawab Vihara Dharmayana Kuta, Hindra Suarlin, Jumat (23/1), menyatakan pagelaran Barongsai dan Naga "Ngelawang" menempuh jarak sekitar dua kilometer berlangsung sekitar 1,5 jam. Diupayakan sedapat mungkin agar acara ini tak mengganggu lalu lintas yang kondisinya selama ini cukup padat."Ngelawang barongsai dan naga pada Minggu sore itu, sejak awal sudah dikoordinasikan dengan kepolisian setempat untuk membantu kelancarannya, mengingat arus lalu lintas di kawasan Kuta cukup padat," kata Hindra Suarlin.Prosesi "Ngelawang" bermakna mengusir kekuatan jahat yang mengganggu kehidupan manusia, dan hal itu dilakukan secara berkesinambungan mengawali tahun baru Imlek. Kegiatan tersebut dilakukan sehari lebih awal dari perayaan tahun baru Imlek, guna memberi kesempatan kepada umat Budha melaksanakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2560 secara khidmat yang jatuh pada hari Minggu (26/1).Umat Budha, khususnya keturunan Tionghoa di Bali pada Hari Raya Suci Imlek melakukan persembahyangan di rumah mereka masing-masing kemudian dilanjutkan ke Vihara dan Kelenteng. Persembahyangan ini dilakukan sesuai tradisi yang diwariskan turun temurun.Penyalaan lilin, hiasan lampu (lampion), persembahan hidangan buah-buahan, dan berbagai macam kue menjadi ciri khas perayaan imlek pada setiap Vihara dan Kelenteng di Bali. Persembahyangan berlangsung seperti hari-hari biasa, namun kali ini agak istimewa, karena disertai pemberian makanan khas kepada mereka yang dinilai berjasa mengembangkan usaha maupun kehidupan pribadi.Perayaan imlek tahun ini, lanjut Hindra, lebih menekankan pada kesadaran, ketekunan dan meningkatkan pengabdian untuk bangsa sebagai balas budi. Hari Raya Imlek kental dengan nuansa kehangatan, berawal dari tradisi pergantian musim gugur ke musim semi di dataran Tionghoa. Namun tradisi itu tetap diwarisi secara turun temurun disesuaikan dengan kondisi setempat. Perayaan di sejumlah Vihara di Bali juga dimeriahkan dengan pegelaran barongsai, kesenian khas Cina. (Courtesy Kompas/Antara)

No comments: